Media Sosial

(Gambar dari Suara.com)

 

Aku memakai Yotube, Twicth, dan Discord sebagai Media Sosial yang hanya aku miliki dan gunakan. Ada Instagram, sih, tapi gak selalu aku pakai. Bahkan, jarang banget aku pakai. Mungkin setelah semua urusan dengan Instagram selesai, aku bakal menghapus akun Instagramku. Twitter, sebuah platform Media Sosial yang sudah lama banget terkenal dan banyak dipakai oleh tokoh-tokoh berpengaruh di dunia. Itu lah yang pertama kali aku pikirkan saat mendengar kata Twitter. Namun, saat aku download, malah aku jadi orang bodoh dan sok-sok-an komentar kayak orang pintar. Akhirnya, aku sadar rasanya ini merusak mental dan jariku (Ya, sok-sok-an komentar kayak orang pintar). 

 

Memang yang salah adalah diriku dan bukan platform Media Sosialnya. Tetapi, salah satu caraku untuk tidak menjadi bodoh adalah menjauhi Media Sosial dan coba berpikir terlebih dahulu sebelum jari ini memanas dan mebuat kebodohan lagi. Jadinya, aku harus mengembangkan pikiran kritis dalam berkomentar dan gak boleh asal komentar kayak orang pintar, padahal, sebenarnya jadi orang bodoh saja.

 

Terlebih lagi, zaman sekarang banyak arus informasi yang bias sehingga aku bisa saja merasa sok hebat dan menyindir informasi yang gak berpihak ke diriku. Aku harus memahami bagaimana aku menyaring dan berpikir dengan semua arus informasi. Berbagai trend yang bermuculan, kandang membuatku penasaran. Tapi, bila isinya hanya seperti trending sama pacar, klarifikasi dan semacamnya, itu membuatku malas untuk menontonnya.

 

Hmmm, apa aku harus download aplikasi tertentu, ya? Tapi, 3 Medsos saja rasanya sudah cukup :-).  Sepertinya, aku masih bisa hidup dengan 3 Medsos tersebut. Aku masih bisa bersosialisasi dan mendapat berita ter-update tanpa merusak mentalku. Jadi, tetap bijak dalam menggunakan Media Sosial kalian ;-).


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tidur

Toilet yang Nyaman