Burung Belajar Terbang
Sebuah cangkang telur menetas, lahir seekor anak burung yang kecil dan mungil. Dia melihat ke atas. Datang seekor burung besar. Terbang di langit-langit, membawa cacing merah kecil di paruhnya.
Dia menghampiri tumpukan jerami yang dijadikan sarang. Menaruh cacing ke sarangnya. Anak burung tersebut mematuk. Dia mencoba mengikuti gerakan burung besar. Mencoba mengunyah cacing tersebut. Dia menyukainya. Burung besar mengepakkan sayap dan mengeluarkan suara serak dan keras; kelihatannya burung besar gembira kegirangan. Itu karena burung besar adalah induknya.
Bertahun-tahun, dia memberi makannya hingga burung kecil telah tumbuh. Sekarang, burung kecil tampak berbeda; tubuhnya dan sayapnya menjadi mirip dengan induknya. Menyadari hal tersebut, induknya tersebut pergi setelah memberinya makan. Makanan terakhir dan dia tidak pernah kembali.
Burung tersebut masih menunggu di sarang. "Kelaparan." Dia tidak tahu harus bagaimana. Memulai perjalanan seperti induknya mungkin? Dia mencoba melompat, namun, karena masih takut, dia jatuh dan memegang erat ranting pohon. Hampir saja. Dia mencoba lagi. "Gagal." Memegang ranting kembali. Dia mencoba mengepakkan sayap. Digerakkan sayap tersebut. Sayapnya bergerak maju-mundur berkali-kali. Saat dia merasa bersiap. Dia melompat. Dia... Berhasil terbang! Namun, mendarat kembali, memegang ranting. Tenaganya masih belum di-stabilkan. Tidak apa-apa. Dia mencoba lagi. Berhasil terbang dengan stabil. Dia berlatih lagi terbang lurus dan secepat mungkin seperti induknya dulu. Dia terus berlatih dan tumbuh.
Coba buat cerita fiksi saja ;-).
BalasHapus